5 Drummer Ikon Dunia yang membawa pengaruh Bagi musik Indonesia

 


Kalo ngomongin tentang band-band keren di Indonesia, pasti banyak banget yang pop-up di kepala kita. Entah itu indie atau major label, mulai dari jazz, rock, atau pop sekalipun, gue yakin lo punya seenggaknya satu sampe dua band 'juara' yang selalu di hati, ya nggak?

Ngomongin soal band nih guys, lo pasti tau kalo salah satu elemen penting dari suatu band itu dateng dari drummernya. Mulai dari gaya drumming selengean dan powerful ala Eno, yang sangar dan destruktif ala Jerinx, atau yang apik dan kompleks ala Gilang Ramadhan, semuanya jadi dasar kekuatan buat band mereka masing-masing.

Nah bro, pernah mikir nggak sih, orang yang sejago Eno, Jerinx, atau Gilang pun punya hero sendiri di dunia drumming? Nggak cuma mereka aja, mulai dari band Indonesia jadul sampe kekinian, semuanya pasti punya hero yang jadi inspirasi buat musik mereka. Para hero inilah yang bikin mereka terpacu buat ngulik skill drumming mereka. Penasaran siapa hero yang paling ikonik?

Kalo menurut majalah-majalah musik yang paling keren di dunia sih, 5 orang di bawah ini paling nggak ada lawannya. Kira-kira, mereka bawa pengaruh apa sih buat musik Indonesia? Simak ya.


5. Clyde Stubblefield - Bermain untuk James Brown


Drummer yang setia banget nemenin James Brown ini, belajar drummingnya otodidak loh. Dia nggak ngerti teknik formalnya, kebanyakan drumbeat yang dia mainin adalah hasil dari ngedengerin alunan suara berisik pabrik dan kereta yang ada di sekitar tempat kerjanya! Gokil kan?

Gaya drumming Clyde, barengan sama Jabo Stark (drummer James Brown yang satu lagi), bener-bener 'suka-suka gue' banget. mereka bedua suka 'adu gila', yaitu main drumbeat yang sama bareng-bareng, sambil improv bergantian. Uniknya, mereka nggak tau teknik apa yang lagi mereka pake, karena dua-duanya emang nggak ada yang pernah belajar teknik formal drumming sama sekali. Hasilnya? Lagu-lagu yang mereka bikin nyaris beda dari musik apa pun di dunia pada waktu itu. Bisa dibilang, si Clyde inilah yang pertama kali bikin musik soul modern.

Selain itu juga, suara-suara drumming yang Clyde mainin jadi drumbeat yang paling banyak di-sampling buat musik modern.

Nah, sampe sekarang, musik yang dimainin sama Clyde jadi referensi utama buat berbagai band funk dan soul jaman sekarang. Di Indonesia sendiri pun ada beberapa gerakan funk dan soul modern: Gugun & The Blues Shelter, Funky Kopral, Bondan Prakoso & Fade 2 Black, dan Duo Kribo.


4. Hal Blaine - Bermain untuk Elvis Presley, Nancy Sinatra, Simon & Garfunkel, The Beach Boys, dan masih banyak lagi


Kalo Hal Blaine ini suka banget gaul sama musisi-musisi populer. Ya iyalah, hampir setengah dari band-band Los Angeles di tahun 60an sampe 70an pernah bikin musik sama dia. Rekornya aja sampe 35.000 rekaman, dan dari situ hampir 200 lagu, yang jadi hits paling terkenal sepanjang masa.

Sebut aja nama besar kayak; Elvis Presley, John Denver, Nancy Sinatra, Steely Dan, sampe The Carpenters, semua udah pernah bikin lagu sama Hal. Saking seringnya main, di setiap studio yang udah pernah dia datengin, pasti temboknya ada stempel "Hal Blaine Strikes Again". Skillnya yang fleksibel ini sampe bikin dia masuk museum Rock and Roll Hall of Fame di Ohio, Amerika Serikat.

Kalo lo perhatiin, drummer-drummer multi-genre dan multi-band kayak dia ini lumayan banyak di Indonesia, contohnya kayak Gilang Ramadhan. Nah, menurut lo, kira-kira kalau Hal dibandingin sama drummer Indonesia, gig nya parahan siapa?


3. Neil Peart - Bermain untuk Rush


Rush sebenernya band yang lumayan 'berat' buat orang-orang awam, apalagi yang nggak biasa denger musik progressive (prog). Ya bayangin aja, isi musik Rush ngomongin fiksi ilmiah, moralitas, sama fasisme. Tapi hebatnya, musik mereka bisa nge-gebrak pasar dan bikin semua orang cinta banget sama mereka. Lagu-lagu mereka aja masih banyak diputer di radio rock klasik sampe sekarang. Emang kira-kira kekuatannya dimana sih?

Yes, jawabannya Neil Peart, guys.

Karena selain skill drummingnya yang bikin lagu-lagu Rush jadi kompleks dan artsy, Neil juga berperan jadi penulis lirik-lirik megah yang deep ala band ini. Gokil abis ya.

Si Neil ini kerjaannya emang baca buku melulu; dari Lord of the Rings sampe Kubilai Khan, dibaca semua sama dia! Kebayang kan, imajinasinya gimana...

Lagu-lagu yang dibikin Neil pun eksperimental banget, dan durasinya panjang-panjang; satu lagu aja bisa 10 sampe 20 menit! Tapi justru karena kejeniusan si Neil ini, Rush jadi salah satu band prog paling populer di dunia dan nginspirasiin musisi-musisi prog lainnya.

Sebagai salah satu band yang bikin genre progressive jadi selera pasar, Rush ikut ngelahirin banyak band prog dimana-mana, termasuk di Indonesia. Contohnya kayak Guruh Gipsy, Harry Roesli, Discus, Efek Rumah Kaca, dan band-band lain dari scene indie metal di Indonesia.


2. Keith Moon - Bermain untuk The Who


Sekarang, giliran inspirasinya Neil Peart yang kita bahas, yaitu Keith Moon dari The Who. Setting penempatan drumnya yang ngaco, gaya main drumnya yang meledak-ledak, dan fill drumnya yang seolah random abis, bikin dia jadi salah satu drummer paling unik. Gaya main drumnya bisa bikin lo mikir kalo dia orang gila, tapi suara drum yang keluar bisa bikin lo mikir kalo dia dewa.

Nah, di balik drumming gokilnya itu, ada satu lagi yang bikin Keith Moon makin mirip orang gila: kelakuannya!

Salah satu cerita legendarisnya: di suatu hari, band The Who lagi ngejar pesawat ke bandara buat manggung. Di tengah jalan si Keith teriak-teriak, "bro bro, ada yang kelupaan nih", sampe semuanya panik, terus supir limosinnya muter balik. Pas sampe di hotel, Keith lari ke dalem gedung, dan baru balik lagi 20 menit kemudian. Abis itu dia ditanya, "emang lo kelupaan apa sih?" Keith ngejawab "gue lupa ngebanting TV hotelnya!

Moon the Loon, atau Moon si gila. Itu julukan orang-orang buat dia. Biarpun The Who nggak bisa dibilang band punk rock, attitude Keith yang anarkis bikin dia jadi pelopor aksi panggung punk yang ngancurin berbagai barang di panggung, termasuk ngancurin set drum sendiri. Nah, meski pengaruh The Who di Indonesia nggak terlalu keliatan, tapi gaya Keith Moon ini tetep nginspirasiin banyak gaya drumming dan aksi panggung rock, punk rock, dan metal di dunia, dan secara nggak langsung juga, ngasih kontribusi ke Indonesia, termasuk ke band kayak Netral, Superman is Dead, The S.I.G.I.T, dan lain-lain.


1. John Bonham - Bermain untuk Led Zeppelin


Iya sih, semua personil Led Zeppelin jenius parah, tapi menurut gue, yang jadi fondasi musik mereka tetep aja gaya mainnya John Bonham. Nggak cuma gua sih, semua personil Zeppelin aja ngaku kalo si Bonzo inilah yang bikin suara musik mereka, sampe jadi rock yang berasa "keras" banget dibanding band rock sebelumnya.

Nggak ada yang bisa ngikutin gaya main si Bonzo di jaman itu, karena dia suka banget hentakin drumnya pake pukulan-pukulan stick yang super keras nan lantang sambil ngiringin suara gitar pake drumnya, contohnya ada di lagu kayak "When The Levee Breaks", "Good Times, Bad Times", "Heartbreaker", dan masih banyak lagi. Nah, kalo lo mau tau, inspirasinya John Bonham nggak lain berasal dari Clyde Stubblefield sendiri, plus drummer-drummer jazz kayak Buddy Rich.

Kalo lo sering merhatiin scene rock di Indonesia, pasti lo tau kalo band hard rock dan metal di Indonesia yang terpengaruh gaya musiknya Zeppelin nggak sedikit. Nggak percaya sama gue? Bandingin aja gaya mereka sama lagu-lagu dari Slank, Seringai, The S.I.G.I.T, God Bless, Flowers, Gugun & The Blues Shelter, sampe Dewa 19.


Gimana guys? Setuju nggak lo sama list ini? Kalo buat lo, siapa sih drummer yang paling keren di dunia?