Antara Ketegangan dan Keindahan: Sensasi Fire Show atau Fire Dance Performance


Tarian tangan kosong yang menonjolkan keindahan gerakan tubuh sudah nggak asing. Tapi bagaimana kalau tarian atau gerakan itu disertai pentunjukan api? Pastinya 'wow' banget kan Urbaners. Nah, kita bahas yuk pertunjukan ekstrem yang lagi hype itu.

 

Berawal dari Budaya Kuno Amerika

Aztec fire dance awalnya adalah tarian persembahan untuk dewa-dewa. Hingga kini masih dipertunjukkan di Mexico untuk menyambut turis yang datang ke sana. Inilah yang menjadi cikal bakal adanya pertunjukan api yang dibalut dalam tarian dalam sirkus.

 

Sumber: Istimewa

Meski begitu, ternyata berbagai belahan dunia juga memiliki pertunjukan apinya sendiri, seperti fire knifes dari Samoa, Limbo dari Trinidad, dan Siddha Jats dari India.

 

Berkembang dalam Sirkus

Fire dance makin dikenal luas karena menjadi bagian dari pertunjukan sirkus di Amerika Serikat medio 90-an. Para pesirkus yang biasa bertualang dari ke kota ke kota membuat fire show terus menyebar. Awalnya yang familiar adalah pertunjukan penyemburan api oleh mulut yang diadaptasi dari Siddha Jats.

 

Sumber: Istimewa

Fire show dan fire dance semakin populer setelah adanya Burning Man Festival di Amerika, sebuah ajang yang menampilkan para “seniman api” unjuk kebolehan dengan beragam spesialisasinya. Di puncak acara ini, mereka akan membakar sesuatu dalam skala, biasanya bangunan artifisial atau patung sebagai tanda berakhirnya festival.

 

Indonesia Punya Fire Performance-nya Sendiri

Masyarakat Indonesia nggak pernah kehilangan daya kreatif. Dan hal ini membuat budaya Indonesia semakin kaya. Mengenai fire performance misalnya, siapa bilang tarian yang ekstrem ini hanya ada di luar negeri. Karena di Indonesia, tepatnya di Bali ada Tari Kecak yang juga menggunakan api, di mana sang penari akan menari di kelilingi api yang menyala-nyala.

Di salah satu segmen dalam tari tersebut, yaitu “Sanghyang Jaran” ada juga tarian saat seorang penari masuk ke area pertunjukan membawa kuda-kudaan.


Ia menari memutari api unggun dalam sahut-sahutan nada “cak” dari penari-penari lainnya. Setelah itu, ia mulai menginjak dan menendang api unggun. Selintas seperti tarian kuda lumping. Ekstrem kan, Urbaners?

Fire dance kini semakin berkembang karena minat yang meningkat dari wisatawan. Berawal dari Bali lalu menyebar ke daerah-daerah lainnya di Indonesia dan mengalami modifikasi. Bahkan pertunjukan yang memadukan kengerian dan keindahan itu menjadi salah satu daya tarik bagi anak muda urban, sehingga atraksinya banyak ditampilkan dalam beach and pool party, festival seni dan budaya, hingga ajang pencarian bakat.

Kamu tertarik bermain api, Urbaners?