Artists' Wisdom: Strut Stress Out


Sebagai anak muda, “hidup terlalu singkat buat disia-siakan” udah jadi mindset kuat biar selalu semangat. Semangat apa aja? Banyak banget! Mulai dari semangat tebas tuntas deadline, semangat ngumpulin budget biar bisa jalan-jalan lepas penat, semangat menggapai cinta yang lo dambakan, sampe semangat buat tetep semangat > belibet, tapi gue yakin lo ngerti maksud gue. You know you have to do it anyway. Just find a way to make everything work.

 

Salah satu formula gue to make it work is to think creatively. Not necessarily have to be in Kanye West’s level of creative ya sob, tapi selalu bisa nge-tweak semua situasi yang tidak masuk ekspektasi, to be on the other way around. Itu yang gue maksud creative. Say, kalo pas lagi tanggal tua dan temen ngajak keluar dan lo terpaksa menolak, berarti ada waktu tambahan buat lo istirahat. Biar makin bugar keesokan harinya. Bisa juga melakukan hal-hal lainnya yang gak butuh uang tapi bisa bikin hati riang, sebats di balkon apartemen ngeliatin kehidupan dari atas sana. Siapa tau nemu inspirasi-inspirasi yang selama ini tersembunyi karena hiruk pikuk kehidupan yang bikin terdistraksi. BE?BAS! Tapi, gak bisa menutup kemungkinan kalo life is full of surprises, indeed. Kita dihadapkan dengan hari-hari burnout yang sering bikin kita jadi bingung, “harus gimana neh gue biar bisa lancar ngerjain ini itu?”. Jangan disepelein ya yang namanya burnout, bro! Burnout itu adalah suatu kondisi di mana lo udah capek, tapi masih memaksakan kerjaan. Sampe akhirnya isi otak semacam “kebakar” dan itu bisa lasts longer than we would hope for.

 

Di zaman yang high-paced, pasti kita dituntut untuk bisa menyelesaikan kerjaan, or even the problems within ourselves as fast as we could for the maximum result. Walaupun susah, tapi sebenernya bisa kok dilakukan! Nah, gue bakal berbagi sama lo semua, gimana para hip-hop artists find their muse back! Semoga lo bisa terinspirasi lagi, ya!

 


 

  1. Kendrick Lamar

[ https://youtu.be/tvTRZJ-4EyI ]

 

Though he’s a star himself, Lamar is a humble man whose inspiration is just like any other people; life. Di kala burnout, cara doi keluar buat dari fase yang ngecapekin itu adalah dengan constantly reminding himself how much he wants to be able to touch people yang dengerin musiknya bisa relate ke cerita perjuangannya doi. Simplenya, kalo lagi burnout, doi bakal melihat lagi sekeliling dia and take lessons and try to merge with life itself. Kendrick Lamar punya tujuan: mau jadi bagian dari orang-orang yang bisa move people through music, the way 2Pac and DMX did to him. Karena menurut Lamar, Hip Hop is an art, yang memiliki substansi lebih dari sekedar 100 bars on the track, how it’s a lifestyle and way of thinking. Gue juga sempet mikir, dengan objective bikin karya untuk move people, bukannya malah bikin burden? But, turns out, it’s not even a burden! Di saat lo pengen untuk melakukan hal baik dan if you know enough that it will mean something to people, it’s no longer a burden!

 

  1. Benny The Butcher

[ https://www.youtube.com/watch?v=AtTu_TC3f6A ]

 

Stating the obvious, salah satu cara buat lepas dari burnout adalah dengan cara take some good time for yourself, when possible. Tapi kadang itu enggak cukup, in Benny’s case, he changes the view. Pas lagi burnout, doi ngambil beberapa jam untuk nonton film (apparently, judging from his EP cover, Scarface tahun 1983 bisa lo jadiin salah satu opsi buat nonton pas burnout). Doi juga menyarankan buat dengerin albumnya NAS, Jay-Z atau Eminem. Tapi, gak berhenti di situ aja caranya Benny The Butcher, the rising rapper finds his creative thinking back. Doi cerita, pernah burnout padahal pas harus recording album, doi and the crew fly here to here, dari Puerto Rico to L.A. and lanjut ke sana-sini, so that the creative bars keep on flowing. Mungkin, bisa kita lakuin dengan perbanyak travelling, perdikit staying still.

 

  1. Mozzy

[ https://www.youtube.com/watch?v=cAgRk2rBhlg ]

 

Sebagai salah satu rising rapper yang karyanya ikut mengindahkan soundtrack-nya Black Panther, Mozzy also finds himself in the burning out phase quiet often. Philosophically, burnout itu gegara overworked dan constantly berusaha relevant and present. Doi nyaranin kita biar cari tau gimana caranya training ourselves to take time off karena ngggak semua-semuanya harus diGASKEUN, you should get some rest and take a step back. Kuncinya adalah: balance. Terus enjoy semua yang udah lo capai sejauh ini, dan pasti ada inspiration in that. Teliti dengan baik, apakah ini sesuai sama yang lo targetin dan harapin? kalo ternyata melenceng, go set new goals but still, with no rush. Mozzy yakin kalo apa yang doi lakuin sekarang adalah something that he loves, that assists him with living, bersyukur karena doi get paid off of this, but there’s more to it. If he’s constantly making money, but he’s burnout because of it, he knows how to take some time off for the sake of himself. Dan di saat spare time, keluarga jadi satu-satunya tempat untuk mengembalikan kebahagiaan dan ketenangan buat Mozzy.

 

Kerja keras bagai quda is a must, I know. Tapi let’s not jeopardize our sanity. Let’s not belittle the power of great stress that comes out of burnout for too long. Ambil cuti, yang bener-bener cuti. Di mana lo gak perlu nge check kerjaan, atau culture millennials jaman sekarang, remote working walaupun pas away. Kalo cuti ya cuti, berhenti mikirin yang lain, fokus sama cari keseimbangan diri sendiri. Gue tau, pasti susah, tapi bisa kok! Kalo lo gak ada waktu buat nikmati semua pencapaian lo, terus selama ini kita ngapain aja, cuman mau memperbudak diri sendiri? Gak kan pasti? Makanya, remember to always be kind to yourself, folks!