Capoeira: Indahnya Tarian, ditengah Penindasan, dan Menjadi Sensasi Urban

 

Lo pernah penasaran nggak sih, emangnya capoeira cukup ampuh sebagai beladiri? kok gerakannya lebih mirip sama tarian? Apa cuma gue doang?

Kalo penasaran, gue ceritain, biar kita bareng-bareng nambah wawasan urban, ya kan?

 

Sejarah

Cerita capoeira ini berawal dari Abad ke-16, waktu pemerintahan Portugis lagi demen banget ngejajah tanah orang laen. Salah satunya adalah Brazil, tapi karena tanah itu masyarakatnya sedikit, mereka berusaha nambahin penduduknya dengan ngirimin para hamba sahaya dari Angola, Afrika.

Hmm, kayaknya sejarahnya banyak yang masih jadi misteri ya, coba kita kasih fiksi-fiksi ilmiah sedikit biar seru, setuju nggak lo? Gue research dulu ya bro.

 

Cerita Fiksi yang digabung Dengan Sejarah

Oke, jadi teman sebelah gue (namanya Ahmad) punya cerita nih. Suatu hari pemerintah Portugis ngirimin para hamba sahaya dengan kapal, dan ada satu orang yang bernama Ganga. Dia pintar matematika, biarpun lahir dari keluarga hamba sahaya, karena dulunya, waktu jadi pembantu untuk keluarga ilmuwan, dia temenan sama anak majikannya.

Di ruang dayung bawah kapal, si Ganga ketemu sama hamba sahaya lain bernama Nascimento. Hidup Nascimento keras banget, soalnya dia adalah hamba sahaya yang tugasnya ngasih hiburan buat majikan lewat pertarungan. Nascimento jago banget berantem karena dia punya pengetahuan beladiri yang berasal dari Angola.

Secara bisik-bisik Si Ganga ngobrol sama Nascimento, ngasitau kalo bakal buat perlawanan ke pemerintahan Portugis, caranya dengan ngasih temen-temen mereka pengetahuan tentang seni beladiri. Dan dia butuh pemimpin. Karena Nascimento tau kalo Ganga pinter, dia nawarin Ganga untuk mimpin perlawanan atas perbudakan, untuk bikin sejarah semut VS gajah, alias budak VS penjajah.

Ganga yang humanis banget tentunya setuju, karena dia ngerasa semua rasnya butuh hak yang sama dengan orang Portugis. Tetapi kenyataan berkata lain. Sesampainya mereka di daratan, pemerintah Portugis baru aja ngeresmiin undang-undang yang ngelarang para hamba sahaya untuk belajar beladiri.

Frustrasi nan mumet, Ganga dan Nascimento pergi ke sebuah party buat para hamba sahaya, yang dibiarin sama pemerintah Portugis supaya mereka tetap semangat kerja. Disitu, Nascimento "kepatil" sama seorang penari yang tariannya emang wah banget, plus diiringin sama musik tradisional yang super merdu. Dan akhirnya disitu Ganga dan Nascimento dapet ide.

 Yup, betul guys, idenya adalah untuk ngegabungin seni beladiri yang udah dipelajarin sama Nascimento, dengan tarian dan pastinya musik.

Tujuan idenya emang jenius banget, yaitu biar penjajah nggak tau kalo mereka lagi belajar buat bikin perlawanan. Party demi party, berkat kepintaran Ganga dan kemampuan beladiri Nascimento, mereka berhasil ngelatih temen-temen mereka seni beladiri tanpa ketahuan, dan sekarang kita kenal dengan capoeira.

Singkat cerita, Ganga dan Nascimento berhasil bikin komunitas perlawanan yang berhasil mukul mundur penjajah dari daerah itu, dan mereka namain daerah itu Mocambo, desa untuk hamba sahaya yang udah bebas.

Biarpun cerita ini hasil imajinasi si Ahmad, tapi ada beberapa kebenaran kok, yaitu capoeira bermula di Brazil waktu jaman perbudakan, dan capoeira dipake buat ngelawan penjajah karena waktu itu beladiri dilarang buat para budak. (Kalo ada kesalahan dalam sejarah, please banget guys, maafin Ahmad ya, mungkin dia lelah).

 

Perkembangan Capoeira

 

Pengaruh Nascimento dan Ganga nggak berhenti sampe situ aja bro, mereka berhasil bikin capoeira jadi sensasi internasional, bahkan jauh setelah jaman penjajahan selesai. Gokil nggak tuh?

Biarpun nggak ada yang tau siapa yang pertama bikin capoeira (jadi 2 orang tadi siapa ya Mad??), tapi pengaruhnya wah banget, dan udah berkembang dari sekedar sebuah seni beladiri aja. Bahkan, sekarang capoeira nginspirasiin banyak seni yang ada di sekitar kita, dari berbagai gerakan latihan fisik, seni beladiri, sampe urban dance yang pastinya nggak asing lagi di telinga kita, yaitu b-boying atau breakdancing.

 

Antara Capoeira dan B-boy

B-boying sendiri tuh dibikin sama pemuda-pemuda berkulit hitam di Bronx, New York pada taun 70an. Pemuda-pemuda Amerika yang mostly keturunan Afrika dan Puerto Rico ini dapet inspirasi b-boying dari film-film kung fu, improvisasi, dan, banyak yang bilang juga, capoeira. Capoeira yang waktu itu baru masuk New York dan ahirnya keseluruh Amrik, ikut ngebantu gerakan-gerakan b-boying jadi tambah keren.

Diiringin sama musik-musik yang di-scratch dan di-mixing oleh DJ yang super keren, dan kalimat-kalimat rapping dari seorang MC yang pastinya ngena banget, b-boys selalu memulai tariannya waktu iringan rapping lagi berhenti dan musik lagi mencapai klimaks. Budaya urban inilah yang akhirnya berkembang jadi hip-hop dan DJ-ing.

Nah, budaya urban ini emang punya kesamaan penting dengan capoeira, karena anak-anak muda di Bronx waktu itu betul-betul miskin dan nggak dipeduliin pemerintah sama sekali, bahkan dimusuhin. Akar penindasan inilah bikin b-boys dan ahli capoeira yang saling menghormati satu sama lain memulai perlawanannya. Karena kalo diliat, b-boys juga lagi ngelawan penindasan, bedanya, mereka bener-bener salurin kemarahan mereka melalui hal yang nggak ngerugiin orang lain, yaitu entertaiment.

 

B-boy Berdiri Sendiri

Tapi memang nggak semua setuju kalo capoeira nginspirasiin b-boy, soalnya kebanyakan anak-anak muda Bronx susah banget nyari tambahan pengetahuan, apalagi pengetahuan di luar daerah Bronx, karena hidup mereka yang susah dan edukasi yang minim. Makanya hal ini masih didebatin orang-orang, guys.

Biarpun banyak yang nggak setuju kalo awalnya b-boy dapet inspirasi dari capoeira, tapi semua setuju kalo perkembangan b-boy dipengaruhin sama gerakan-gerakan dari capoeira kayak: leg-sweep (corta capim), the babies (queda de rins), head spin (piao de cabeca) dan lain-lain.

 

Menurut lo gimana, bro? Yuk mulai belajar capoeira bareng gue.