JUMP PILOT: BEDA DARI PILOT BIASA


Ternyata, tanpa disadarin kita sering banget loh ngelewatin hal-hal kecil yang ada di sekitar kita. Misalnya, lo nggak pernah mikirin siapa yang pertama kali mikir untuk make sendok buat ngaduk kopi? Atau misalnya siapa yang pertama kali punya ide buat bikin stand mic biar aksi panggung para penyanyi lebih ciamik karena bisa nyanyi nyambi main gitar atau tambourine kaya Freddie Mercurie? sendok dan stand mic, mereka tuh taken for granted. Gua sih nggak pernah baca puisi tentang seberapa crucial advantage yang didapet dari mereka, yang ada malah puisi memuja kopi dan band Queen yang legendaris.

Ginian juga kejadian di extreme sport macem skydiving. Kalo lo denger soal skydiving, apa yang pertama lo pikirin? Pasti orang-orang yang lompat dari pesawatnya, kan? Mungkin lo langsung bayangin adegan film atau iklan yang ada satu atau sekumpulan orang jatoh melayang di udara sebelum mereka mendarat. Tapi coba, pernah nggak lo mikirin soal siapa yang nyetir pesawatnya?

Nah, gue pengen ngobrol sama lo tentang jump pilot: elemen yang menurut gue sering banget kelewat di dunia skydiving / wingsuit flying. Ya kan kalo lo liat video tuh biasanya nge showcase seberapa serunya lompat dari ketinggian, tapi mana pernah pilotnya yang diliatin? Padahal, kalo nggak ada pilotnya, para skydivers or wingsuit flying yang pake pesawat nggak bakalan bisa beraksi.

Yang harus lo tau soal jump pilot adalah: mereka jelas beda dari pilot pesawat komersil. Ya jelas: pesawatnya aja beda. Sekalipun pilot pesawat komersil ‘bebannya’ lebih berat, tapi jump pilot nyetir pesawat yang lebih menantang. Pesawat komersil kan biasanya ada tuh fitur auto pilot. Jadi kalo pilotnya mau istirahat bentar, dia bisa ngebiarin pesawatnya terbang sendiri. Nah, fitur ini nggak ada buat jump pilot. Jadi kalo jump pilot capek, tough luck! Gotta ride that plane til it lands!

Kalo lo mikir, ‘ya kan pilot pesawat maskapai terbangnya ke tempat yang lebih jauh daripada jump pilot’. You’re right. Tapi rata-rata jump pilot terbang lebih dari sekali sehari. Secara, yang mau skydive / wingsuit jump nggak cuma satu dua orang doang. Siapa mau berangkat, ya jump pilot harus siap. Rata-rata jump pilot terbang setiap 15-20 menit sekali dalam 8-12 jam dengan kondisi cuaca yang beda-beda. Berapa kali mereka terbang bisa lo itung sendiri.

Keseimbangan juga jadi hal yang penting banget buat jump pilot. Kalo pilot pesawat komersil ngebawa orang yang cuman duduk dan pesawatnya juga gede, jump pilot ngebawa pesawat yang kecil dan isinya orang-orang yang gerak ke sana kemari. Kalo si jump pilot itu nggak mahir, bisa-bisa oleng pesawatnya. Nggak lucu kan kalo pas ada yang mau lompat, pesawatnya malah oleng? Nggak jadi lompat, yang ada malah jatoh. Bayangin harus sepresisi apa si jump pilot harus nyeimbangin pesawatnya. Mantul gak tuh, bosque?

Di lokasi populer yang ada lebih dari satu jump pilot, mereka juga harus banget merhatiin kapan dia bisa take off dan landing. Nggak kayak di airport, jump pilot punya support yang lebih sedikit dan nggak sedetil menara di airport. Timing mereka untuk take off dan landing harus bener-bener diperhitungkan sendiri juga supaya dia nggak literally colliding sama jump pilot-jump pilot lainnya.

Ngomongin soal lokasi, memilih spot dan ketinggian yang pas juga salah satu kebanggaan tersendiri buat jump pilot. Kapan dan di mana skydivers atau wingsuit flyers bisa lompat dengan aman tuh yang nentuin ya si jump pilot ini. Makanya mereka dituntut untuk bukan cuma bisa ngitung gimana caranya membaca GPS dengan baik, tapi juga mempertimbangkan kondisi udara dan kecepatan angin pada saat itu. Jelaslah ya kalo ini bukan hal yang gampang.

Perhitungan ini berubah-ubah tentunya, disesuaikan dengan banyaknya para skydivers yang ada di dalem. Nggak ada penerbangan yang sama persis antara satu sama lain. Semuanya harus diperhitungkan dengan matang oleh para jump pilot ini. Amazing nggak sih? All these responsibilities on one person’s hand and not many is said about them.

So the next time you do or use anything at all, try to think of the people who make what you’re using or doing possible. Pasti ada aja detil yang sebelomnya terlewatkan, dan lo bakalan amazed by how much details put into the very thing that you are currently using or doing that you didn’t know about before.