Jumping Stilts: Lari, Lompat, dan Berputar 'Segokil' Superhero

 

Dari dulu, salah satu impian gue yang nggak pernah kesampean. Mimpi yang selalu nempel di kepala sejak gue berumur 5 tahun, dan terus menghantui ampe sekarang.

Gue pengen jadi manusia bionik. Macem Inspector Gadget ato Robocop (Ada yang tau? Apa gue yang udah ketuaan ya?).

Bukan kekuatannya yang gue mau, tapi bisa lompat setinggi gedung, lari lebih kenceng dari Usain Bolt, dan muter-muter semau gue kayak di sinetron legenda.

Dan hari ini, gue sadar mimpi gue bisa jadi kenyataan, dengan make jumping stilts.

Ya... walaupun lompatan nggak setinggi gedung, at least gue udah bisa ngambil mangga dari pohon tetangga, ya kan?

Jumping stilts apaan tuh?? Yok simak aja di bawah ini.

 

Jumping stilts, sky jumping, powerbocking, atau powerizing?

Jumping stilts itu ternyata nama alat buat olahraga guys. Yaitu olahraga yang disebut sky jumping. Sky jumping disebut juga powerbocking dan powerizing di Eropa dan Amerika, dan kangaroo stilts atau enggrang kangguru di Australia.

Olahraga yang terdiri dari 2 tongkat baja tubular berpegas fiberglass/carbon-fiber ini masuk ke Indonesia pertama kali di tahun 2009, alias 10 tahun lebih telat dibanding kedatangan pertamanya di Jerman, dan 5 tahun lebih telat dibanding Amrik.

Sekarang, brand yang jual jumping stilts udah banyak banget, yang paling terkenal contohnya kayak 7 League Boots, Air-Trekkers, Powerizers, Powerstrider, Powerskip, dan Pro-Jump. Masing-masing juga ngejual alat ini dengan berbagai ukuran, tergantung sama berat badan lo.

Terus cara maennya gimana?

Basic-nya sih ini enggrang yang desainnya lebih keren dan modern, cara makenya di kaki lebih mirip rollerblade atau snowboard, yang nempel kuat dan cuma bisa dikontrol pake kaki, beda sama pogo stick biasa ataupun enggrang bambu yang di-support dengan tangan.

Dengan jumping stilts, lo bisa lari, lompat, plus salto dengan kekuatan di atas kemampuan manusia. Jadi lo bayangin aja kalo lo seekor kangguru, tupai, dan burung unta yang 'fusion', tapi punya badan manusia. Mind-blown bangeeet ya kan.

Lompat setinggi 2 meter? Bisa. Lari sampe 30 km/jam? Sabi. Muter-muter lewatin kemacetan ibukota? Bisa sih, tapi lo aja deh.

Nah, coba ngayal deh bro, dengan make alat ini, lo bisa explore daerah-daerah urban dengan berbagai manuver di udara yang nggak pernah lo bayangin sebelumnya, sebut aja backflip, front flip, side roll, air split, dan one-legged pogo, sambil ngelewatin segala rintangan kayak tangga, mobil, tanjakan, pagar tinggi, dan sebagainya, seru kan?

Udah puluhan tahun gue mimpi... kenapa sih nggak ada yang ngasitau gue??

Emang sih, kalo lo pengen ngelakuin berbagai trik super kompleks jumping stilts, lo harus punya balancing skill yang setara atlit, dan kekuatan fisik yang mumpuni banget. Kalo gue sendiri sih, bisa seimbang diatas hoverboard juga udah sukur bro.

 

Karena kejeniusan si penemu

Ada aja yang kepikiran bikin beginian ya. Kebayang nggak lo, orangnya kayak gimana?

Ternyata penemu jumping stilts ini namanya Alexander Boeck, orang Jerman lulusan insinyur kedirgantaraan, alias aerospace engineering, yang ternyata lebih milih bikin maenan baru buat anak urban ketimbang ngedesain pesawat Boeing. Awalnya dia dapet ide gila bikin jumping stilts karena dia lagi belajar gerakan kangguru, dan dia jadi penasaran: "kira-kira gimana caranya otot kaki manusia bisa sekuat kangguru?"

Jawabannya jumping stilts bro, karena pada dasarnya alat ini bikin otot tumit jadi lebih panjang, biar kaki kita bisa berevolusi jadi kayak kangguru atau burung unta. Ya bukan jadi punya ceker ato tumit panjang juga sih, tapi intinya alat ini bisa bikin otot lo jadi sekuat mereka.

Dan katanya, kalo dibanding jogging maupun free-running ato parkour, lari pake jumping stilts bisa ngebakar kalori lima kali lebih dahsyat, plus ngelatih lebih banyak otot-otot di badan lo, sehingga selaen gaya lo bisa lebih badai, lo juga bisa lebih sehat. gokil nggak visinya si Alex?

Ini juga alasan kenapa banyak orang Eropa yang nyebut game ini sebagai powerbocking, karena bocking diambil dari nama belakang si penemunya, Boeck, yang emang jenius parah.

 

Menjalar ke Asia Tenggara, hingga Indonesia

Nah, di sekitar taun 2000an pun, olahraga ekstrim bin dangerous namun fun ini viral ke berbagai daerah di Asia, antara lain di India, Singapura, Cina, dan tentunya ibu pertiwi tercinta kita, Indonesia.

Emang Indonesia telat satu dekade sih, tapi bukan berarti jumping stilts udah basi di luar sana, sekarang olahraga ini malah jadi salah satu scene urban yang rame banget komunitasnya, apalagi kompetisinya.

Di Indonesia aja nih ya, puluhan manusia super berkumpul di berbagai komunitas layaknya tim Avengers, contohnya kayak Indojumpstilts, Malang Jumping Stilts, Skyjumpers Indonesia, dan sebagainya. Karena sejak taun 2009, olahraga ini menjamur banget di seluruh daerah urban di Indonesia, terutama Jabodetabek.

Biarpun belom ada wadah buat kompetisi free-styling, tapi komunitas jumping stilts tetep partisipasi berbagai event yang biasa digabung sama jogging dan bicycling, dan juga ngumpul di pusat kota untuk di hari car-free day buat free-styling-nya. Jadi kalo lo sering ke Bunderan H.I - Jakarta, Dago - Bandung, ato daerah car-free day lainnya di sekitar Pulau Jawa dan Sumatera, lo pasti nyadar akan kehadiran manusia-manusia super ini.

Dan lebih kerennya lagi guys, kalo lo pengen banget nyobain jumping stilts, tapi masih kurang modal atau takut nyobain, komunitas-komunitas ini biasanya bakal nyambut lo dengan terbuka. Mereka bisa minjemin lo equipment-nya, dan juga ngajarin sampe lo jadi manusia ter-super, terbadai, dan terpecyah yang ada di scene jumping stilts.

 

Jadi, lo pada siap nggak buat jadi superhero?

 

Sumber foto : www.juptr.io