Kemerdekaan Dalam Berkarya

Gue akan mulai artikel ini dengan sebuah pertanyaan:

“Apa sih yang sebenernya manusia butuhkan biar hidupnya senang?”

Some of you may answer, certainty or maybe, a lot of money. Tapi gue yakin, none of you really knows what us humans really need. Haqqul yaqeen, manusia itu butuh kebebasan biar hidupnya lebih meaningful, hence comes along happiness. Sekarang coba lo bayangin, gimana jadinya kalo Indonesia masih dalam jajahan Belanda?! Gak bisa mendirikan Negara di atas tanah kita dilahirkan, gak bisa mengelola sumber daya alam sesuai kebutuhan masyarakat kita dan sudah jelas, gak bisa bebas mau hidup sesuai budaya dan sebagaimana mestinya. Ngeri, emang. Makanya, kita harus berterima kasih dan selalu menghormati jasa para pahlawan Indonesia yang berjuang dan mengorbankan setiap tetes darah buat ngebela dan ngemerdekakan Indonesia. Bikin kita sekarang bisa bebas dan bangga jadi bangsa Indonesia. Di sini lo semua yang baca jadi paham kan, kalo kebebasan adalah koentji dari hidup yang lebih berbahagia dan berarti.

Di era sekarang, yang syukur-syukur sudah bebas dari penjajah bukan berarti kemerdekaan berhenti di situ aja. Tanpa disadari, masih ada beberapa hal yang bisa bikin kita, sebagai manusia merasa terkekang. Not necessarily the same with what happened ages ago to our nation, ya. Maksud gue, manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan akal. Punya otak buat mikir dan kemampuan buat ngeproses pemikiran jadi aksi, demi bertahan hidup. Bertahan hidup, tentu saja bergantung pada sandang, pangan, papan ya. Tapi ada hal lainnya juga yang menurut gue essential demi kehidupan manusia: karya. Manusia juga perlu kebebasan dalam caranya bertahan hidup, termasuk dalam membuat karya. Misal, lo mau bikin tulisan tentang seberapa menyenangkannya menjadi #KaumRebahan, bebas. Lo bisa nyombong tentang gimana empuknya kasur lo dan seberapa nyaman melakukan segalanya dari atas kasur. Lo bebas mau berkarya, asal jangan merugikan orang lain. Apalagi kalo sengaja. Atau, lo mau bikin lagu tentang kehidupan selama di rumah terus during quarantine due to COVID-19 outbreak, lo bisa aja bikin lagu yang berisi tentang kekhawatiran lo sama kondisi kesehatan global atau liriknya cuman berisi makian sebagai bentuk kekesalan lo sama virus yang a pain in the m*****f***ing a** ini. Bebas. Yang penting bisa bikin lo tetep waras di saat kondisi dunia lagi crisis kaya gini.

To put in conclusion, liberty is really essential for our survival. Dan di artikel ini, gue mau bahas beberapa artis favorit gue yang for the sake of their well-being, they won liberty in their arts. Di artikel ini, gue mau bikin lo semua sadar kalo kebebasan itu hak segala bangsa dan ini demi masa depan yang lebih bahagia!

 

dekat
Grup musik yang dibentuk taun 2014 ini is full with 3 familiar faces. Their names are Kamga, Chevrina and Tata. Oh God forbid I’m gonna admit that THEIR NEW SONGS ARE LIT AS F***! I don’t know about you guys but these 3 maestros are bringing the game for musicians to the next level. Ini bukti di mana kemerdekaan dalam berkarya itu bisa bring out the best of anyone. Most people would prefer their old music as to the irresistible commercial songs they gave out back then, but heck! Karya yang mereka produce once they get their freedom to express themselves as artists, not asset to a major record label: they are the true winners. Tonton video ini biar lo tau serunya kehidupan mereka now that they are free to do whatever the f*** they want di Videocast MLDSPOT TV:

[ Source: MLDSPOT TV ]
Coba cek lagunya mereka yang menyuarakan opini tentang sosial media = menggali kuburan untuk diri sendiri. MACHETE


[ Source: dekat on YouTube ]

 

Chance the Rapper
Salah satu gem in the hip-hop scene yang berhasil nggedein namanya sendiri lewat dedikasi dan konsistensi berkarya, padahal gak pernah sign sama label musik ternama. SoundCloud is his savior. Chance is the artist whose fame screams “F**k the formalities about needing a major music label to get successful with your works! SoundCloud let’s do this!”. Kehebatannya pas ngerangkai lirik, bikin harmonisasi yang epik, kolaborasi-kolaborasi ALIG sama hip-hop artists lainnya bikin Chance the Rapper eventually being targeted by the spotlight. Saking kerennya orang, belum banyak LP yang official, mixtape berjudul Coloring Book berhasil menangin Grammy di tahun 2017 for Best Rap Album! This is one of many proofs that independently released music still can f**king slay and WIN THAT BIG! Go check his sick and lifting your whole mood and spirit with this collaboration with Kanye West and Chicago Children's Choir in All We Got:

[ Source: Chance The Rapper on YouTube ]

Prince

Nobody could ever have enough balls to do what Prince did. The music legend himself, seabis keluar dari label musik yang bisa dibilang terbesar dan mungkin impian kebanyakan aspiring musicians, Warner Bros. doi deliberately released album that some of the songs are the tribute to his free-at-last moment from the to his word “slavery”. “Emancipation” album certified platinum by RIAA padahal it’s all done independently. Lagu-lagu yang buat nge-diss former label gak nanggung nanggung sadisnya. To quote him on Face Down: Never respected the root of all evil and he still don't to this day, huh! Bury him face down, let the motherfuckers kiss a ass, OK?

[ Source: Prince on YouTube ]

 

These music legends inspired me to stay sane during these hard times and stay off the beaten path because who really needs a ruler when you can own and rule yourself the way you want?!I

Remember to believe in yourself!