Mobil Sabi dari GIIAS



Pameran otomotif terbesar Indonesia baru aja selesai dan ini 3 mobil yang paling bikin pengunjung betah di booth lebih lama.

GIIAS 2026 baru aja kelar di ICE BSD, Tangerang dan seperti biasa, pamerannya selalu sukses bikin orang jalan-jalan sambil diam-diam ngitung tabungan di kepala. "Kalau DP berapa ya?" "Cicilan sebulannya masuk nggak ya?" kalimat yang muter-muter di kepala hampir semua orang yang dateng.

Tahun ini temanya "Eye of the Future" dan emang berasa lebih dari 65 merek hadir, dan gelombang kendaraan listrik makin serius masuk Indonesia. Dari ratusan mobil yang dipajang, gue kurasi 3 yang punya value paling masuk akal bukan yang paling mewah, bukan yang paling mahal, tapi yang bakalan bikin lo noleh dua kali karena harga sama isinya itu sebanding.

Honda Super One

Harga resmi Rp 438 juta diumumkan PT Honda Prospect Motor di GIIAS 2026, 5 Agustus 2026. Ini yang paling sering bikin orang berhenti lama di booth Honda. Super One itu posisinya jelas: "Brio-nya EV" city car listrik kompak yang ukurannya ramah parkiran sempit tapi fiturnya sama sekali nggak ramah-ramah amat kalau lo ekspektasinya rendah.

Dibangun di atas platform kei car yang dimodifikasi, Super One punya baterai 29,6 kWh dengan jarak tempuh 274 km berdasarkan standar WLTP. Buat harian Jakarta yang rata-rata 30–50 km sehari, itu bisa seminggu lebih tanpa ngecas. Tampilannya sporty bodi lebih rendah, fender mengembang, ban lebar, dan fascia depan agresif dengan panel tertutup yang futuristis.

Di dalam, ada layar sentuh 9 inci, sistem audio Bose 8 speaker, dan Honda SENSING paket keselamatan aktif yang biasanya cuma ada di mobil Honda di atas 500 juta. Dan ini ada di harga Rp 438 juta. Makin menarik soalnya Indonesia jadi debut Asia Tenggara-nya artinya lo bisa bilang ke orang lain bahwa lo salah satu yang pertama punya ini di kawasan Asia Tenggara ini.

Toyota Land Cruiser FJ

Ini yang paling bikin banyak orang berhenti di booth Toyota. Land Cruiser FJ itu bukan mobil baru tapi kehadirannya di Indonesia itu momen. Bayangkan Jimny versi dewasa yang punya DNA Land Cruiser asli, siluet kotak ikonik yang langsung lo kenali dari kejauhan, dan kemampuan medan berat yang bukan gimik.

Dibangun di platform IMV0 basis yang sama dengan Hilux dan Fortuner yang udah terbukti tangguhnya FJ punya dimensi yang lebih kompak dari Land Cruiser 300 tapi tetap bawa Rear Differential Lock dan sistem 4WD dengan mode 2H, 4H, dan 4L. Mesinnya 2.7 liter 2TR-FE naturally aspirated yang outputnya 166 PS dan torsi 245 Nm. Bukan yang paling bertenaga di kelasnya, tapi andal dan tahan lama persis filosofi Land Cruiser dari dulu.

Presiden Direktur Toyota Indonesia langsung bilang di GIIAS bahwa Land Cruiser itu investasi. "Yang tahun 1995 aja masih Rp 800 jutaan VXR-80," kata dia. Dan itu bukan omong kosong nilai jual kembali Land Cruiser memang konsisten naik karena peminatnya dari kalangan kolektor yang loyal. Beli sekarang, dipake panjang pun nilainya masih terjaga. Sikat gak Land Cruiser?

Hyundai IONIQ 3

Gue nggak nyangka IONIQ 3 bakal jadi salah satu yang paling dikerubungi di GIIAS. Tapi ternyata iya. Setelah dilihat langsung, masuk akal kenapa desainnya tuh beda dari hatchback listrik yang biasanya kelihatan "terlalu futuristis dan nggak cocok di jalanan Indonesia."

Hyundai nyebut tipologi desainnya "Aero Hatch" dengan koefisien hambatan udara yang kecil lebih efisien dari banyak sedan. Tapi yang bikin banyak orang tertarik adalah proporsinya panjang 4.155 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.505 mm. Itu yang bikin dia kelihatan seperti crossover kecil dari luar tapi tetap berasa hatchback waktu di dalam. Ruang kabinnya lega secara mengejutkan untuk ukurannya.

Ioniq 3 kasih opsi dua pilihan baterai versi Standard Range jangkau 344 km WLTP, versi Long Range bisa sampai 496 km. Pengisian cepat DC dari 10% ke 80% dalam 29 menit. Untuk harian Jakarta, varian Standard Range itu lebih dari cukup. Dan satu hal yang bikin IONIQ 3 beda: ini mobil produksi pertama Hyundai yang pakai sistem infotainment baru mereka, Pleos yang konon lebih intuitif dari generasi sebelumnya. Kalau harga Indonesia-nya masuk akal waktu resmi masuk, ini bakal jadi satu yang paling layak dipertimbangkan di segmen hatchback listrik. Cocok buat jemput gebetan nih, gas ga.


Dari tiga yang gue pilih, semuanya punya "value" masing-masing. Honda Super One itu value dalam arti harga vs fitur Rp 438 juta dengan Honda SENSING dan Bose 8 speaker itu jarang banget di kasih Honda. Land Cruiser FJ itu value sebagai investasi jangka panjang karena sejarah membuktikan Land Cruiser itu aset yang harganya nggak gampang turun. Dan IONIQ 3 itu value sebagai teknologi hatchback listrik dengan E-GMP platform yang nggak ada duanya di harga segmennya.

Yang mana yang paling cocok buat lo tergantung kebutuhan dan cara lo pakai mobil sehari-hari. Kalau lo harian Jakarta dan mau yang praktis plus futuristis Super One. Kalau lo tipe yang suka naik gunung tiap weekend dan nganggep mobil sebagai investasi Land Cruiser FJ. Kalau lo mau hatchback listrik yang teknologinya modern IONIQ 3. Pilihan di tangan lo, Bro, atau lo udah keburu checkout kemarin pas di GIIAS?