Seni: Ekspresi Diri yang Bisa Dimengerti dan Gak Cuma Menghibur Diri Sendiri.


Ngomongin seni dibikin santai aja ya, guys. Gak usah over thinking apalagi sampe mengerutkan dahi. Sebenarnya seni itu apa sih? Penting banget gak? Worth it gak? So what gitu lho? Dan banyak lagi komentar lainnya. Kalo katanya Aristoteles karya seni adalah peniruan terhadap alam tetapi sifatnya harus ideal. Karya seni juga punya manfaat psikologis dan trigger kreativitas. Mulai dari lukisan Monalisa yang ngeliatnya bisa terkagum-kagum, atau desain furniture IKEA yang brilliant yang bisa match buat segala style interior rumah. Gimana, masih belum ngeh sama seni? Let’s go to the next explanation and keep relaxed.

What you see is what you get. Istilah ini ternyata harus diyakini juga di ranah seni. Gak akan bisa disangkal, kalo lukisan harus diliat dulu baru lo bisa ngerasain sesuatu dan pada akhirnya lo paham seni itu apa. Dan proses pemahaman seni pastinya nyesuain sama level pemikiran dan persepsi lo. Begitu juga seperti musik, pementasan teater dan karya seni lainnya.

Coba aja lo liat karya pelukis Hanafi yang berjudul Jam 12 Siang Hari, yang nangkring di Galeri Nasional Jakarta. Melalui karyanya ini, Hanafi gak cuma mau nyampein panas, terik, keringat, sesak, hiruk-pikuk,  kerja keras, matahari tepat di atas kepala atau apapun itu. Seperti yang lo pikirkan iya, tetapi lebih dari yang lo pikirkan pasti. Begitulah yang ingin disampein Hanafi lewat lukisan itu.