What Do You Really Know About Reality Club?

Selamat tahun baru, cool brothers se-Indonesia! Semoga tahun baru ini bawa cerita, pengalaman dan sensasi baru ya di kehidupan kita semua. Gue juga berharap bakal banyak yang baru di skena interest gue, kaya skena fashion, olahraga atau interest kita semua, musik!

 

Bagi seorang gue yang suka banget ngulik berbagai genre musik ataupun nyoba dengerin inovasi-inovasi baru dari pelaku musik lokal maupun internasional, music is definitely another form of progressive invention, just like what they do in the ~science world~. Banyak warna berarti banyak cerita. Contoh, dari dengerin genre hip-hop, gue bisa banyak belajar tentang how rappers tell the story of their lives, yang mostly tentang survival karena musik yang originalnya dari skena musik underground itu punya karakteristik yang sama, very vocal, fierce and rather unapologetic. Selalu ada aja yang baru dari rhythm nya lah, rappers with their distinctive flows, so on and all, it’s a jam!

 

Nah, kalo sekarang gue lagi rajin ngulik musik indie. Indie itu sebenernya bukan genre, ~definitely contrary to the popular belief~ but it’s actually a spirit. Sebutan yang diambil dari kata independen, yang bermakna bebas, mandiri atau secara mendasar, intinya gak bergantung sama orang lain! Jadi, bisa diartikan, pelaku musik indie itu milih buat berkarya secara SABEB, promosi dan distribusi musiknya secara mandiri. Nah, karena itu lah banyak karya dari musisi indie yang cenderung beda dari apa yang kita dengerin di radio or store baju di mall-mall gede (mass media eargasm). Tapi since music is full of neverending invention, skena musik indie yang progressive, sekarang udah banyak banget peminatnya, jadi ya kalo ada yang mau bikin acara ya langsung contact mereka. Gak perlu musisi indie yang berusaha buat cari gigs duluan. Intinya: musisi indie itu mereka-mereka yang always progressive in terms of adding new colors to music and different approach to it!

 

Di artikel pertama bulan Januari ini gue mau bahas band Indonesia yang lagi naik daun, Reality Club! Band yang terbentuk secara ‘natural’ ini beranggotakan Faiz Novascotia Saripudin (gitar, vokal), Fathia Izzati (mantan pacar gue yang YouTuber viral gegara 21 accentsnya) (vokal), Iqbal Anggakusumah (gitar), Nugi Wicaksono (bass), dan Era Patigo (drum. Berawal dari hobi main musik buat jadi kompilasi karya, Reality Club yang terbentuk sejak tahun 2016 ini punya touch yang beda di setiap lagunya. Gak cuman itu, liriknya juga super poetic dan ngena banget di hati bro!

Tahun 2017, album pertama Reality Club dirilis, judulnya Never Get Better. Lagu-lagunya catchy, sweet gitu, bikin lo fall in love with people you can’t have. Album pertama ini punya genre rock-ish pop / pop-ish rock. Ini lagu paling gemes buat gue, judulnya Elastic Heart:

 



Nah, tahun 2019 kemarin, mereka ngerilis album kedua yang bisa dibilang beda banget sama yang sebelumnya! Terkesan lebih dark, tapi juga ngena dan relatable banget! Gue punya lagu favorit di album yang ini, judulnya Alexandra:

 

[ Source: Reality Club YouTube ]

 

Gimana, asik-asik kan lagunya? Dan jelas beda vibe nya dari album yang pertama sama yang kedua! Gue juga sempet bertanya-tanya, kenapa sih mereka bisa bikin lagu-lagu yang sama-sama sa’ik, tapi totally different gitu resultsnya! Setelah gue pelajari lebih dalem, ternyata emang mereka gak mau melabeli band mereka dengan said genre, biar kebebasan proses kreatifnya tetep ter-maintain. Gue juga belajar banget gimana cara mereka bisa jadi pujaan hati anak-anak muda jaman sekarang karena mereka yang relatable, kocak dan gak neko-neko lah intinya! Get to know more them here: https://open.spotify.com/episode/44XIiKx19oD3ZPFCVwbYIn?si=fV1pGWCCS32TvaXbr6LXpw or here:

 

Fun facts you should know about the cool Reality Club!

 

1. Mindset: Looking at the world with optimistic


https://siasatpartikelir.com/pendewasaan-dalam-album-terbaru-reality-club/

 

Kalo lo dengerin semua musik Reality Club, banyak lagu yang tone-nya itu optimis. Mereka mau nyebarin, ~good vibes only~ lewat lagu-lagunya yang bercerita kalo, selama ini semua orang pasti bilang kalo “reality is dark, always dark” tapi Reality Club konsisten bilang, “Enggak! Coba deh dengerin lagu-lagu kita, reality juga bisa optimis kok~”

 

2. Ujian profesionalitas buat salah satu personelnya~